Tampilkan postingan dengan label infotainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infotainment. Tampilkan semua postingan

Nadine Chandrawinata Minta Di-casting Demi Slank

Jakarta Mendapatkan peran layar lebar tanpa casting tentunya impian banyak orang. Tidak dengan Nadine Chandrawinata. Saat diminta akting bareng Slank, Nadine malah minta di-casting.Film semi dokumenter ini nantinya akan disutradarai Garin Nugroho. Sementara John De Rantau menjadi penulis naskah bagi film bertajuk 'Film Generasi Biru' itu.Selanjutnya...

"Aku tetap minta sama mas Garin untuk di-casting dulu, walau aku lolos tanpa casting. Biar hasilnya maksimal," ujar Nadine ditemui di Gedung Kertaniaga, Kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2008).

Membintangi film ini menurut kakak si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata itu memberikannya dua keuntungan sekaligus. Menambah pengalamannya di dunia film pasca membintangi 'Realita, Cinta dan Rock n' Roll' serta menambah banyak teman dari para Slankers (pecinta Slank .red).

Dalam film ini Nadine akan memainkan banyak peran. Mulai dari seorang perempuan yang sakit hati, jadi korban pecandu bahkan berlaga sebagai perempuan seksi. Siapkah Nadine?

"Memang agak susah-susah gampang. Tapi demi film ini aku harus banyak belajar," jelas Nadine.

View blog reactions Selanjutnya...

Slank Bikin Soundtrack Get Married Movie

Pemain :
Nirina Zubir sebagai Mae
Aming sebagai Eman
Ringgo Agus Rahman sebagai Beni
Desta "Clubeighties" sebagai Guntoro
Jaja Mihardja sebagai Bapak Mae

Di tengah serbuan para hantu di bioskop, bersyukurlah, karena di Lebaran ini masih ada hadir satu film yang beda. “Get Married” hadir dengan gaya komedi romantis namun tetap konyol dan mengundang tawa. Adalah Starvision Pictures dengan Chand Parwez Servia sebagai Produser yang meluncurkannya. Dan Hanung Bramantyo yang dulu sukses membesut komedi romantis “Jomblo” yang bertindak sebagai sutradaranya. Dan penulis skenario diemban oleh Musfar Yasin yang juga pernah sukses besar dengan menuliskan skenario “Nagabonar Jadi 2”.

Film ini dibintangi oleh artis-artis muda yang tidak diragukan lagi ke-ngocolannya, yakni Nirina Zubir (Mae), Ringgo Agus Rahman (Beni), Aming (Eman), Desta “Clubeighties” (Guntoro). Mereka berperan sebagai sekumpulan sahabat dari kecil di sebuah perkampungan di tengah-tengah kota Jakarta ini, serta Richard Kevin (Rendy) yang menjadi gambaran penghuni sebuah komplek elit diamping perkampungan kumuh itu. Beberapa pemain senior juga turut meramaikan film ini, diantaranya adalah Meriam Bellina (Ibu Mardi / Ibu Mae), Jaja Mihardja (Pak Mardi / Bapak Mae), Ira Wibowo (Ibu Rendy), Ingrid Widjanarko (Ibu Eman), Debby Debora (Ibu Beni), Iga Mawarni (Ibu Guntoro), Epi Kusnandar (Penghulu) dan sebagainya.

Melihat deretan nama diatas, maka, siapa yang tidak tergiur untuk menyaksikan kehebohan film ini?. Demikian yang ada dalam kepala saya sebelum saya menyaksikan langsung pemutarannya. Dan ketika menontonnya, saya mendapatkan jawaban yang tidak mengecewakan. Akting dari para pemain terlihat penuh dengan improvisasi-improvisasi yang menyegarkan. Seperti biasa, Nirina tampil dengan gaya tomboy namun tetap memikat bahkan ketika sisi-sisi feminimnya muncul. Demikian juga dengan Desta yang menurut saya tampil lebih menonjol dibanding para pemain yang lain. Desta tampak luar biasa dan seakan memang seperti itulah gambaran dirinya yang sebenarnya.

Aming juga tampil bagus, Ringgo yang memang dari awal memang identik dengan peran-peran konyolnya pun demikian. Walaupun Ringgo sepertinya menurun kekonyolannya dibanding dalam peran di film-film sebelumnya. Secara umum semuanya tampil baik. Namun, ada beberapa catatan yang menurut saya agak mengganggu. Yakni saat adegan tradisi mereka menginterogasi setiap calon suami Mae, maka pertanyaan “Anak Raja mana?, Anak Sultan mana ?” yang pengucapannya menurut saya “maksain”. Agak janggal dengan intonasi yang gagap. Demikian juga ketika adegan serius saat mereka membuat pengakuan kepada Mae, bahwa mereka masing-masing tidak siap untuk kehilangan Mae bila Mae menikah. Tampak konyol dan emosi yang dikeluarkan terlihat “sebatas akting banget”. Kurang lepas dan belum mampu menyentuh emosi saya.

Musfar Yasin tampil dengan cerita yang penuh dengan sindiran pada tradisi adat, terutama tentang pernikahan, dan sosial politik kekinian yang dengan cerdas dikemas dalam warna komedi. Dan Hanung dengan sigap mampu menerjemahkan skenario tersebut ke dalam layar lebar. Dengan setting perkampungan kumuh yang berbatasan atau bahkan dikelilingi oleh komplek elit di tengah ibukota yang apa adanya tampak realistis. Apalagi dengan musik dangdut tempo dulu ala A. Rafiq yang digarap ulang dan dibawakan oleh Slank, semakin menguatkan suasana segar ketika menonton film ini.

View blog reactions Selanjutnya...

Lagu "Gosip Jalanan" jadi Lagu Wajib Slank

Jakarta, Ribut-ribut Badan Kehormatan (BK) DPR soal lagu 'Gosip Jalanan' Slank membuat si empunya lagu geram. Tak gentar, lagu tersebut akan jadi lagu wajib di pentas Slank.

"Kita akan bawain di manapun kita manggung," tegas Bimbim sang drummer dalam jumpa pers di Jl Potlot No. 14 Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2008). Menurut personel lainnya, Kaka, Slankers pun meminta hal serupa pada mereka.

Soal tudingan lagu tersebut mengandung kata-kata kasar, Bimbim menampik. Katanya, itulah gaya bahasa Slank. Ia juga membandingkan lirik lagu bandnya dengan lirik lagu-lagu underground, bedanya Slank menulis lirik berkritik sosial, namun dinilainya lebih kasar.

Musisi kelahiran 25 Desember 1966 itu juga menantang balik BK DPR. "Kalau kita dilarang, bikinlah aturannya. Kita bikin lagu untuk perubahan yang lebih baik," Bimbim menegaskan.

Lagu tersebut menurut Ivanka pembetot bass tidak akan tercipta jika keadaan negeri ini tidak kacau. Senada dengannya, Bimbim bilang jika ingin seniman menulis lagu sopan, buat dulu keadaan yang sopan. Bagaimana DPR?

Lebih lanjut lagi, Slank mengklaim 'Gosip Jalanan' yang masuk dalam album kompilasi KPK itu laris manis. Padahal dijual pun tidak. Kendati demikian, tak ada niat memanfaatkan keadaan dengan menjual album berisi lagu tersebut.

Soal itu Kaka punya pendapat lain. "Biarin aja yang rilis pembajak sekalian sama video klipnya nanti," sahutnya sambil tertawa.

View blog reactions Selanjutnya...

DISCOGRAPHY SLANK


______________________________
Discography
1990 Suit suit ... hehehe
1991 Kampungan
1993 Piss
1994 Generasi Biru
1996 Minoritas
1997 Lagi Sedih
1998 Tujuh
1998 Mata Hati Reformasi
1999 999+09 Vol.1
1999 999+09 Vol.2
2001 Virus
2003 Satu satu
2003 Bajakan
2004 P.L.U.R
2005 Slankissme
2007 Slow but sure
2008 The Big Hip
______________________________
Live Album
1998 Konser Piss 30 Kota
2002 Virus Road Show
2004 Road To Peace
______________________________
Movie Soundtrack
2007 O.S.T. "Get Married"
2009 Original Soundtrack "Generasi Biru" The Movie
______________________________
International Album
2006 - Since 1983 Malaysian Edition
2008 - Slank feat. Big Hip, Japan Edition
2008 - Anthem For The Broken Hearted, USA Edition

Blog Archive



  © Slank Black merupakan kumpulan info Slank Band oleh dede publisher 2008

Hak Cipta Oleh Dede Fortinmart